Sejarah Samurai: Jalan Pedang yang Akhirnya Teredam

oleh -23 views
Link Banner

Porostimur.com | Tokyo: Lahir di Periode Heian, tepatnya di wilayah Tohoku, samurai berawal dari perlawanan pada pemilik tanah rakus di kawasan itu.

Pemerintah Jepang dianggap hanya membuat pasukan untuk melindungi diri mereka sendiri, dan tak pernah mempedulikan nasib warga pinggiran.

Akhirnya, dua sosok paling kuat dari klan, yakni Minamoto dan Taira, menantang pemerintah pusat. Mereka berjuang untuk supremasi atas seluruh negara.

Jalan pedang pun dimulai.

Minamoto Yoritomo pun muncul sebagai pemenang dan mendirikan pemerintah militer baru pada tahun 1192.

Pemimpinnya disebut Shogun atau Komandan Militer Tertinggi.

Samurai, dengan jalan pedangnya, lantas memerintah Jepang selama kurang lebih 700 tahun.

Samurai pun dikenal sebagai prajurit pra-modern Jepang. Mereka kemudian membuat kelas militer yang berkuasa, hingga akhirnya menjadi kasta sosial tertinggi di Periode Edo (1603-1867).

Baca Juga  Kadisnaker Halsel Akui Ada Miss-Komunikasi Soal Pesangon, Antara Pihaknya dengan PT. Mega Surya Pertiwi

Yang paling khas dari samurai adalah pedang panjangnya, di samping tetap memakai panah dan tombak.

Selama berkuasa, samurai juga dikenal punya kode etik yang bernama Bushido, atau dimaknai sebagai “jalan prajurit”.

Tak hanya bergerak di militer, samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan atau daimyo disebut ronin.

Sementara samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi.

Pada akhir era Tokugawa, samurai adalah kaki tangan umum bagi daimyo. Pedang, yang menjadi ciri khas utama mereka, hanya dipakai hanya untuk tujuan istiadat.

Saat Reformasi Meiji terjadi di akhir abad ke-19, samurai dihapuskan, digantikan dengan tentara nasional yang menyerupai negara Barat.

Baca Juga  Bakri Lumbesi, Siap Bertarung di Pilkada Kepulauan Sula 2020

Meski begitu, semangat Bushido hingga saat masih tetap ada dalam masyarakat Jepang, terjaga nyala apinya–meskipun tak lagi bergerak di jalan pedang.

(red/kompas.com)