Guterres menambahkan, dengan hampir 200.000 warga Lebanon sekarang mengungsi secara internal, bersama dengan lebih dari 60.000 warga Israel utara, banyak nyawa telah hilang sejak Hizbullah pertama kali mulai menembakkan roket melewati garis pemisah untuk mendukung Hamas di Gaza.
“Komunitas di kedua belah pihak harus dapat kembali ke rumah mereka dan hidup dengan aman dan terlindungi, tanpa rasa takut,” kata Sekjen Guterres.
Dia memuji semua upaya diplomatik yang telah dilakukan sejauh ini untuk de-eskalasi dan menjanjikan dukungan PBB yang berkelanjutan untuk gencatan senjata dan peningkatan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil Lebanon yang tertimpa konflik.
“Meskipun dalam kondisi yang berbahaya, pasukan penjaga perdamaian kami tetap berada di posisi,” katanya, mengacu pada Pasukan Sementara PBB (UNIFIL), meskipun sebagian besar personel sipil telah direlokasi sementara.
“Saya mohon Dewan [Keamanan PBB] untuk bekerja sama secara erat guna membantu memadamkan api ini,” paparnya kepada para duta besar.
“Warga sipil harus dilindungi. Infrastruktur sipil tidak boleh menjadi sasaran. Kepada semua pihak, mari kita katakan dengan satu suara yang jelas: hentikan pembunuhan dan penghancuran. Kurangi retorika dan ancaman. Mundurlah dari ambang kehancuran,” paparnya.









