Porostimur.com, Jailolo — Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Halmahera Barat akhirnya angkat bicara menanggapi polemik pemberitaan dan pernyataan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Halbar terkait dugaan penghinaan terhadap profesi dokter. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang dinilai mulai berkembang liar di ruang publik.
Sekwan menegaskan, pernyataan yang dipersoalkan sebelumnya tidak disampaikan dalam ruang publik, melainkan terjadi dalam percakapan internal melalui grup WhatsApp DPRD.
Klarifikasi Soal Konteks Pernyataan
Menurutnya, konteks percakapan tersebut kerap disalahartikan seolah-olah merupakan serangan terhadap profesi dokter secara umum. Padahal, yang disampaikan adalah bagian dari diskusi internal yang tidak ditujukan kepada individu maupun kelompok tertentu secara langsung.
“Perlu ditegaskan bahwa percakapan itu terjadi dalam ruang komunikasi internal, bukan forum terbuka atau konsumsi publik,” ujarnya.
Ia menilai narasi yang berkembang saat ini telah mengaburkan konteks sebenarnya, sehingga memunculkan persepsi keliru di tengah masyarakat.
Kritik Ditujukan pada Pelayanan RSUD
Sekwan menjelaskan, substansi yang disampaikan merupakan bentuk kritik terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Jailolo, termasuk soal disiplin pelayanan, ketersediaan obat, hingga manajemen rumah sakit yang selama ini dikeluhkan masyarakat.











