Sembilan Desa Terpencil Maluku Dapat PLTS Terpadu, Total Kapasitas 1.270,5 kWp

oleh -5 Dilihat
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof Eniya Listiani Dewi, mengatakan pengembangan PLTS menjadi salah satu langkah pemerintah memperluas akses energi bersih, khususnya di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Porostimur.com, Jakarta — Ketergantungan pulau-pulau kecil di Maluku terhadap bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik perlahan mulai ditekan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memasukkan sembilan desa terpencil di Maluku dalam program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu melalui anggaran APBN Tahun Anggaran 2026.

Total kapasitas yang akan dibangun mencapai 1.270,5 kilowatt peak (kWp).

Program ini bukan sekadar menambah pasokan listrik. Bagi wilayah kepulauan dengan jarak antarpulau yang jauh dan biaya distribusi BBM yang tinggi, peralihan menuju energi terbarukan juga menyangkut persoalan ketahanan energi.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof Eniya Listiani Dewi, mengatakan pengembangan PLTS menjadi salah satu langkah pemerintah memperluas akses energi bersih, khususnya di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca Juga  Menlu Inggris: Israel Makin Kehilangan Sekutu akibat Gaza dan Permukiman di Tepi Barat

“Bauran energi baru dan terbarukan secara nasional saat ini telah mencapai sekitar 18,3 persen. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan karena sejumlah pulau kecil masih bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi pembangkit listrik,” kata Eniya di Ambon, Selasa.

No More Posts Available.

No more pages to load.