“Tidak benar itu, sampai saat ini keduanya masih menjalani perawatan,” ucap Masudi seperti dilansir dari Liputan6.com, Kamis (30/9/2021).
Masudi menuturkan bahwa pihak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar memberikan perhatian penuh kepada seluruh korban bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Kedua mahasiswi yang mengaku tidak mendapat perhatian itu bahkan telah beberapa kali menjalani operasi.
“Mereka sudah dioperasi, kami siapkan dokter bedah plastik,” sebutnya.
Masudi pun menduga bahwa ada seseorang yang menyarankan Valeriana dan Karina untuk membuat keterangan seperti itu demi sebuah kepentingan. Apalagi dalam video itu keduanya sampai terang-terangan meminta donasi.
“Kami menduga keduanya ada yang arahkan untuk buat video itu,” ucapnya.
Permintaan Maaf
Kedua mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Stella Maris Makassar korban bom bunuh diri itu bernama Valeriana dan Karina. (Liputan6.com/Fauzan)
Belakangan, Masudi kemudian mengirimkan video berdurasi 43 detik. Video singkat itu berisi klarifikasi dan permintaan maaf dari Valeriana dan Karina tentang video keduanya yang viral sebelumnya.
“Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dalam hal ini pihak RS Bhayangkara Makassar yang sudah memberikan penanganan darurat sejak 28 Maret 2021 lalu,” ucap Valeriana dalam video tersebut.




