Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat sipil harus berlaku tanpa membedakan agama, identitas, maupun latar belakang.
El-Sayed Siap Bekerja Sama dengan Trump
Terkait hubungannya dengan Donald Trump, El-Sayed menyatakan terbuka untuk bekerja sama dengan siapa pun, termasuk presiden yang memiliki pandangan politik berbeda dengannya.
Ia berpandangan bahwa politik seharusnya tidak dijadikan sarana untuk membalas dendam terhadap lawan, melainkan menjadi instrumen untuk menegakkan hukum dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
El-Sayed menilai perbedaan politik tidak semestinya menghalangi kerja sama apabila terdapat kepentingan bersama yang dapat diperjuangkan.
“Saya ingin membahas sesuatu karena menurut saya, banyak orang melihat politik kita sebagai permainan untuk membalas dendam terhadap pihak lawan,” katanya.
Ia kemudian menegaskan bahwa orientasi utama politik haruslah menghasilkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Amerika.
“Ini bukan soal balas dendam. Seharusnya tidak pernah ada unsur balas dendam. Politik adalah tentang menegakkan hukum dan, yang terpenting, memberikan hasil nyata bagi masyarakat Amerika,” pungkasnya.
Pernyataan El-Sayed tersebut memperlihatkan sikapnya yang membuka ruang kerja sama lintas perbedaan politik, terutama dalam isu penghentian bantuan militer AS kepada Israel. Ia menempatkan penegakan hukum, perlindungan warga sipil, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai prinsip yang harus menjadi perhatian dalam kebijakan pemerintahan Amerika Serikat.









