Serang Demokrat, Gerindra: di Saat Lu Nyinyirin Prabowo, Kita Sudah di Wamena, Jokowi Mana?

Porostimur.com | Jakarta: Pilpres 2019 telah usai dan sebentar lagi pasangan Joko Widodo dan Maruf Amin bakal dilantik sebagai presiden dan wakil presiden. Namun demikian, dua kader partai ini masing mengungkit masalah pilpres.

Dia adalah kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan Wakil Sekretaris Jendera DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade.

Andre merasa tidak terima dengan sikap Ferdinand yang mengungkapkan penyesalan karena pernah mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Menurut Ferdinand, Jokowi lebih baik ketimbang Prabowo. Khususnya, dalam masalah menjaga kebhinnekaan.

“Saya sungguh menyesal telah pernah membantu dan mendukung Prabowo karena pikir dia lebih baik dari Jokowi. Ternyata saya salah. Prabowo jauh di bawah karakter Jokowi. Jokowi memang bukan yang terbaik, tapi jelas lebih baik dari Prabowo,” ungkapnya dalam akun Twitter pribadi.

Andre langsung membalas kicauan Ferdinand. Dia kemudian mengungkit masalah konflik kemanusiaan di Wamena, Papua.

Menurutnya, Jokowi lamban dalam menangani kasus tersebut. Bahkan untuk mengucapkan belasungkawa, Jokowi butuh waktu seminggu setelah banjir kritikan datang.

“Lu tau enggak Lae (Ferdinand). Orang banyak mati dibunuh di Wamena. Ngucapin belasungkawa aja hampir 1 minggu setelah dikritik. Yang kata ente orang yang punya karakter,” terangnya.

Sementara di satu sisi, sambung anggota DPR itu, Prabowo dan Gerindra yang dinyinyiri Ferdinand melakukan aksi nyata di lapangan.

“Di saat lu nyinyir sama Pak Prabowo dan Gerindra. Ogut, kadernya Pak Prabowo sudah sampai di Wamena. Jokowi dan menterinya?” tegas Andre. (red/rtl/pjc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: