Penulis: A. Malik Ibrahim, pemerhati politik. tinggal di Ternate
Bagaimana kita menjelaskan esensi kegagalan dalam konteks pemikiran Acemoglu dan Robinson terkait Negara Gagal dan implikasinya pada Daerah, yang juga gagal”? Tanya seorang peserta dalam seri diskusi Toadora Studies di Elang Café, Tugulufa Tidore, beberapa waktu silam.
“Semua gara-gara politik”! Itulah jawaban sederhana yang disampaikan secara memikat oleh Acemoglu dan Robinson.
“Gaya hidup yang wah, serakah mengeksploitasi alam dan maunya menang sendiri. Bagaimana kaum elite penguasa mengotak-atik peraturan demi kepentingannya sendiri dan mengorbankan orang banyak”.
Itulah testimoni Dani Rodrik, dari Kennedy Scool of Government Harvard University atas buku Daron Acemoglu dan James A. Robinson, Why Nations Fail : The Origins of Power, Prosperity, and Poverty, (Mengapa Negara Gagal : Awal Mula Kekuasaan, Kemakmuran, dan Kemiskinan) terkait pertanyaan; kenapa ada banyak daerah juga gagal untuk maju?
Bahwa faktor sejarah dan geografi suatu negara tidak menentukan nasib negara tersebut. “Katanya, kebijakan ekonomi suatu bangsa, tidak akan mencapai hasil yang maksimal jika tidak diiringi dengan perubahan politik secara fundamental”.




