Serangan Balasan Iran ke Israel Picu Krisis Energi Global, AS Sudah Bakar Rp203 Triliun

oleh -12 Dilihat
Ilustrasi Donald Trump dalam perang dengan Iran. (Gemini AI/Istimewa)

Arab Saudi berhasil mencegat rudal yang mengarah ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan, sementara di UEA dilaporkan terjadi kebakaran kecil di fasilitas militer dekat Dubai akibat proyektil.

Sirene peringatan juga sempat terdengar di Dubai, menandakan meningkatnya ancaman keamanan di kawasan.

Selat Hormuz dan Ancaman Energi Global

Ketegangan turut meningkat di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Iran mengancam membatasi akses bagi Amerika Serikat dan sekutunya.

Dampaknya, harga minyak mentah dunia melonjak tajam dan bertahan di atas US$100 per barel, naik lebih dari 40 persen sejak konflik dimulai pada akhir Februari 2026.

Fasilitas Nuklir dan Peringatan Internasional

Di Iran, fasilitas nuklir Bushehr dilaporkan terdampak serangan, namun IAEA memastikan tidak ada kerusakan signifikan maupun korban jiwa.

Baca Juga  Anos Yermias Minta Rekrutmen 12 Ribu Prajurit TNI AD Jangkau Anak Pulau Terpencil di Maluku

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menyerukan semua pihak untuk menahan diri guna menghindari risiko kecelakaan nuklir.

Keterlibatan AS dan Biaya Perang

Amerika Serikat melalui Komando Pusat dilaporkan turut menyerang situs rudal Iran di sekitar Selat Hormuz. Presiden Donald Trump bahkan menyatakan frustrasi atas minimnya dukungan sekutu.

Sejak operasi dimulai 28 Februari 2026, AS disebut telah menghabiskan sekitar US$12 miliar atau setara Rp203 triliun. Lembaga seperti Center for Strategic and International Studies memperkirakan biaya perang bisa mencapai ratusan juta dolar per hari.

No More Posts Available.

No more pages to load.