Porostimur.com, Washington – Serangan Iran dilaporkan meninggalkan kerusakan serius pada sejumlah fasilitas intelijen dan perangkat pengawasan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Kerusakan tersebut bahkan disebut lebih parah dibandingkan kerusakan yang pernah dialami fasilitas badan intelijen AS dalam konflik sebelumnya. Biaya untuk memulihkan fasilitas dan peralatan yang terdampak diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
Laporan tersebut disampaikan NBC News dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui kondisi kerusakan. Informasi itu kemudian dikutip Antara dan dilaporkan pada Rabu (26/8/2026).
Besarnya kerusakan menunjukkan bahwa serangan Iran tidak hanya berdampak pada sasaran militer yang terlihat, tetapi juga berpotensi mengganggu kemampuan pengumpulan informasi dan pengawasan AS di kawasan Timur Tengah.
Namun, rincian mengenai fasilitas yang mengalami kerusakan maupun nilai pasti kerugian belum diungkapkan secara terbuka.
Serangan Berbalas, Konflik AS-Iran Belum Sepenuhnya Berakhir
Konflik terbaru antara Amerika Serikat, Israel dan Iran bermula pada 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Teheran kemudian memberikan respons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang berkaitan dengan AS dan kepentingan sekutunya.










