Gerhana Bulan 28 Agustus 2026 Picu Isu Kiamat, BMKG Tegaskan Tak Bisa Diamati dari Indonesia

oleh -36 Dilihat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi Gerhana Bulan Sebagian tersebut berlangsung pada 28 Agustus 2026, tetapi seluruh wilayah Indonesia berada di luar area visibilitas.

Porostimur.com, Jakarta – Langit pada 28 Agustus 2026 akan kembali dihiasi fenomena astronomi langka: Gerhana Bulan Sebagian dengan tingkat gerhana yang sangat dalam.

Namun, di tengah antusiasme dunia astronomi, fenomena tersebut juga kembali memunculkan perbincangan tentang kiamat dan nubuat akhir zaman di media sosial.

Gerhana Bulan Sebagian kali ini tergolong sangat dalam. Sekitar 96,2 persen piringan Bulan akan masuk ke dalam umbra atau bayangan inti Bumi, sehingga bagian Bulan yang mengalami gerhana akan tampak jauh lebih gelap dan dapat memunculkan rona kemerahan. Fenomena inilah yang dalam konteks populer kerap disebut blood moon, meski istilah tersebut lebih umum digunakan untuk Gerhana Bulan Total.

Baca Juga  DPRD Maluku Desak Pemerintah Tata Tambang Cinnabar SBB, Bukan Sekadar Tutup Aktivitas Warga

Rangkaian gerhana berlangsung sekitar 5 jam 38 menit, mulai dari fase penumbra hingga seluruh rangkaian berakhir.

Namun ada satu fakta penting bagi masyarakat Indonesia: fenomena ini tidak dapat disaksikan langsung dari wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi Gerhana Bulan Sebagian tersebut berlangsung pada 28 Agustus 2026, tetapi seluruh wilayah Indonesia berada di luar area visibilitas.

Menurut BMKG, ketika gerhana berlangsung, Indonesia berada pada waktu pagi hingga siang dan Bulan berada di bawah ufuk. Karena itu, masyarakat di Indonesia tidak dapat mengamati gerhana tersebut secara langsung.

No More Posts Available.

No more pages to load.