Meskipun dituduh melakukan kejahatan apartheid oleh kelompok hak asasi manusia terkemuka, termasuk Amnesty International, Israel menerima setidaknya 3,8 miliar dolar AS bantuan dari AS setiap tahun. “Anggota Kongres yang progresif benar-benar tepat untuk melewatkan pidato Presiden Herzog,” kata direktur politik Suara Yahudi untuk Aksi Perdamaian Beth Miller.
“Herzog adalah presiden sebuah negara yang secara brutal menindas jutaan warga Palestina melalui pendudukan militer ilegal dan apartheid. Setiap anggota Kongres yang percaya pada hak asasi manusia tidak boleh menghadiri atau mendukung pidatonya,” ujar kelompok advokasi yang mendukung hak-hak Palestina itu.
Miller menegaskan, melewatkan pidato Herzog bukan tentang politisi individu. Tindakan ini upaya mengirim pesan yang menolak kebijakan “rasis” Israel terhadap Palestina.
“Saat Israel mempercepat pembangunan pemukiman ilegal di tanah Palestina yang dicuri, dan mengintensifkan kekerasan terhadap warga Palestina, Herzog datang ke Kongres dengan tujuan menutupi pelanggaran hak asasi manusia ini dan memperdalam hubungan antara Israel dan AS,” kata Miller.
Pekan lalu, kelompok progresif Yahudi yang dipimpin pemuda IfNotNow meminta anggota parlemen AS untuk mengambil sikap terhadap hak-hak Palestina selama kunjungan Herzog. “Karena Israel secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan kebijakan AS, sekarang bukan saatnya menggelar karpet merah untuk presidennya,” kata direktur politik kelompok itu Eva Borgwardt dalam sebuah pernyataan.





