Sesuai Siklus, Final Liga Champions Musim Ini Akan Adu Penalti Lagi?

oleh -31 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Final Liga Champions 2019-2020 akan menyajikan duel Paris Saint-Germain kontra FC Bayern Muenchen di Estadio Da Luz, Lisbon, Senin (24/8/2020) dini hari WIT.

Paris Saint-Germain meluncur ke final Liga Champions setelah menghempaskan RB Leipzig 3-0 di semifinal.

Sehari berselang, Bayern Muenchen menumpas Lyon dengan skor sama.

Pertemuan kedua tim laga pamungkas merupakan duel ideal musim ini.

Link Banner

Jual beli gol bisa saja terjadi dalam laga final nanti. Hal tersebut mengingat baik Les Parisiens dan Die Roten merupakan dua tim paling subur di Liga Champions musim ini.

Neymar dkk menceploskan 25 gol sementara The Bavarians menggelontorkan 42 gol ke gawang lawan-lawannya sejak fase penyisihan grup hingga babak semifinal.

Baca Juga  Louis Van Gaal Minta Frenkie De Jong & Matthijs De Ligt Bersabar

Hasil imbang 2-2 atau 3-3 bisa saja terjadi pada waktu normal.

Bahkan, kedua tim rasanya harus mempersiapkan diri apabila hasil pertandingan ditentukan lewat drama adu penalti.

Kemungkinan adu penalti terjadi pada partai final nanti juga didukung oleh fakta menarik seputar final Liga Champions.

Sejak final musim 2007-2008 muncul siklus, final berakhir dengan adu penalti, lalu tiga musim beruntun seseudahnya juara muncul dalam usai waktu normal berakhir.

Tak percaya?

Pada musim 2007-2008, final Manchester United vs Chelsea berakhir usai tendangan penalti striker The Blues, Nicolas Anelka, mampu digagalkan oleh Edwin Van Der Sar.

Setelahnya, final Barcelona vs Manchester United (2008-2009), Inter Milan vs FC Bayern (2009-2010), dan Barcelona vs Manchester United di Wembley (2010-2011) tuntas dalam 90 menit.

Baca Juga  Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Jemaah Bisa Ambil Kembali Biaya Pelunasan, Berikut Tata Caranya

Semusim berselang, final Liga Champions 2011-2012 mempertemukan Chelsea dan FC Bayern diakhiri saat algojo kelima The Blues dalam babak adu penalti, Didier Drogba, sukses membobol gawang Die Roten.

Setelah laga itu, tiga final berikutnya: FC Bayern vs Borussia Dortmud (2012-2013), Real Madrid vs Atletico Madrid (2013-2014), dan Barcelona kontra Juventus (2014-2015) tidak memerlukan babak adu penalti untuk memunculkan sang juara.

Tahun berikutnya, pertemuan Real Madrid dan Atletico pada babak final Liga Champions musim 2015-2016 di Stadion San Siro, Milan, akhirnya dimenangi Real Madrid.

Gelar ke-11 bagi Los Blancos saat itu diraih Sergio Ramos dkk usai menuntaskan perlawanan pasukan Diego Simeone lewat babak tos-tosan.

Setelah itu, Real Madrid sukses mempertahankan gelar dalam dua final beruntun, saat mengalahkan Juventus (2016-2017) dan Liverpool (2017-2018).

Baca Juga  Siswa Diliburkan, Orangtua Tetap Awasi Anaknya Dirumah

Musim lalu (2018-2019), Liverpool sukses merebut gelar keenam di ajang Liga Champions usai mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 dalam 90 menit di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid.

Artinya, jika mengacu siklus di atas, final Liga Champions musim 2019-2020 yang mempertemukan Paris Saint-Germain dan Bayern Munich, mestinya baru tuntas setelah adu tendangan penalti.

Hmmm.. Mungkin iya, mungkin tidak! (red/rtm/kcm)