Ya Allah, perkuatlah Hassan dengan Ruhul Qudus (Malaikat Jibril), sebagaimana dia berjuang membela Nabi-Mu (melalui syair-syairnya).
Beberapa pendapat lain sehubungan dengan makna Ruhul Qudus diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dari Ibnu Abbas yang mengatakan, “Ruhul Qudus adalah Ismul A’zam yang dibacakan oleh Nabi Isa as sewaktu menghidupkan orang-orang yang telah mati.”
Ibnu Abu Nujaih mengatakan, Ar-Ruh adalah Malaikat Hafazah yang menjaga para malaikat.
Al-Qurtubi meriwayatkan dari Mujahid dan Al-Hasan Al-Basri, keduanya mengatakan bahwa Al-Qudus adalah Allah SWT, sedangkan Ar-Ruh adalah Malaikat Jibril.
Ibnu Katsir mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: “Dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus“. ( Al-Baqarah : 87) bahwa Allah menguatkan Isa dengan roh dalam kitab Injil sebagaimana Dia menjadikan roh dalam Al-Qur’an. Keduanya adalah Roh Allah, seperti yang dinyatakan oleh firman-Nya: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah Kami.” ( QS Asy-Syura : 52)
Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa takwil yang paling mendekati kepada kebenaran dari semua itu adalah pendapat orang yang mengatakan bahwa Ar-Ruh dalam ayat ini bermakna Malaikat Jibril. Karena sesungguhnya Allah telah memberitakan bahwa Dia telah menguatkan Isa dengan roh tersebut, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:









