7. Dinilai Tak Berpengalaman
The New York Times memohon kepada para pembaca untuk tidak menempatkan Mamdani dalam sistem pemungutan suara preferensial, warga New York yang kaya mengancam akan meninggalkan kota itu jika ia menang, ia diserang karena kurang pengalaman, dan dicemarkan nama baiknya karena ia memperjuangkan hak-hak Palestina. “Zohran Mamdani adalah ancaman publik,” teriak majalah sayap kanan National Review.
Jadi, apa pelajaran umum bagi kaum kiri barat? Tiga hal yang penting: pesan, media, dan gerakan. Grace Mausser adalah salah satu ketua Demokrat Sosialis Amerika (DSA) Kota New York. Ketika saya menyarankan bahwa kampanye Mamdani pada awalnya pasti didorong oleh revitalisasi kaum kiri, alih-alih prospek kemenangan pemilu yang sebenarnya, ia tidak setuju.
“Ketika kami memulai, kami tahu jalan menuju kemenangan itu sempit,” akunya. Namun, ia menekankan: “Kami tidak mengikuti pemilihan umum hanya karena alasan moral atau untuk menyampaikan maksud seperti yang dilakukan Partai Hijau di AS yang telah gagal dalam proyek mereka.”
8. Menggunakan Kampanye Berbasis TikTok
Di seluruh barat, sayap kanan ekstrem telah terbukti mahir menggunakan platform seperti TikTok untuk meradikalkan pendukung, sementara sayap kiri sebagian besar bahkan tidak mengejar ketertinggalan. Kampanye Mamdani membuat video-video apik yang jenaka, lancang, dan tajam, mengomunikasikan pesannya kepada khalayak luas.









