Porostimur.com, Washington – Seorang mantan perwira Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah membelot ke Iran sejak 2013 dan masih diyakini mendukung aktivitas intelijen Teheran. Biro Investigasi Federal (FBI) sekarang menawarkan hadiah USD200.000 (lebih dari Rp3,5 miliar) untuk memburunya.
FBI mengatakan mantan spesialis kontra-intelijen Angkatan Udara, Monica Witt, telah membelot ke negara musuh tersebut.
“Dia diyakini masih terlibat dalam mendukung aktivitas ilegal Iran,” kata FBI dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.
“FBI belum melupakan dan percaya bahwa pada saat kritis dalam sejarah Iran ini, ada seseorang yang mengetahui sesuatu tentang keberadaannya,” ujar Daniel Wierzbicki, pejabat kontra-intelijen FBI di Washington.
“FBI ingin mendengar dari Anda agar Anda dapat membantu kami menangkap Witt dan membawanya ke pengadilan,” paparnya, seperti dikutip dari TRT World, Jumat (15/5/2026).
Witt, mantan perwira kontra-intelijen di Kantor Investigasi Khusus Angkatan Udara, bertugas di Timur Tengah dari tahun 2003 hingga 2008.
Pada tahun 2019, Asisten Jaksa Agung saat itu, John Demers, menuduh Iran merekrut Witt. Mantan perwira itu kemudian membelot. “Dan diduga mengungkap program pengumpulan intelijen yang sangat rahasia dan mengidentifikasi seorang perwira intelijen AS, sehingga membahayakan nyawa individu tersebut,” katanya pada saat itu.










