Dia menyebutlan, walaupun di beberap hari belakang ini, kader djaman belum melihat permasalahan yang penting disuarakan secara bersama.
Tak hanya itu, ketimpangan pembangunan proyek jalan di Kelurahan Mafututu di beberapa bulan lalu, terjadi praktek kesewenang-wenang oleh salah satu kontraktor.
Bahkan jalan di lintas Oba Selatan yang bangun Pemerintah daerah tidak tuntas dalam proses pembangunan masih jauh dari harapan masyarakat.
Mewakali Alumi djaman Malut, Rustam Ismail dalam sambutannya, kita tak hanya mengkritisi pembangunan yang sudah dibuat oleh Pemerintah daerah saat ini.
“Perlu diingat, bahwa keberhasilan kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen penting diapresiasi. Jangan ditutupi lalu kemudian dikritisi,”paparnya.
Melihat kehadiran alumni yang hadir saat ini, dikatakan masih sedikit. Masih banyak lagi alumni maupun kader yang tersebar di Kota Tidore Kepulauan.
Selain itu, kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen telah banyak memperhatikan djaman Maluku Utara dengan membangun asrama di awal tahun 2024.
Pendiri djaman Maluku Utara, Abdurahim Saraha mengungkapkan, dalam momentum milad ini, setiap orang ada zamannya, dan setiap zaman ada orangnya.
Untuk memproyeksikan djaman saat ini masih biasa maupun luar biasa. Biasa karena organisasi dan dinamika di kampus yang membentuk menjadi seperti begitu.












