“Barang ini, saya baca ngoni pe WhatsApp sebelumnya, terkait penyalahgunaan ADD itu, karena sudah ditindaklanjuti oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Inspektorat,” tuturnya.
Meski demikian, menurut dia, dalam satu atau dua hari ke depan pihak inspektorat turun melakukan pemeriksaan.
“Jadi, satu dua hari ini, dorang (inspektorat) turun tindaklanjuti bagaimana baru saya kase (kasih) kabar trad. Jang saya kase (kasih) kasana tara (tidak) sesuai lagi,” ujarnya.
Rizki bilang, ia hanya menunggu selesai dari pemeriksaan dari Inspektorat, baru kemudian membuat klarifikasi ke media.
“Jadi selesai dorang (inspektorat) pemeriksaan baru, entah torang (kami) bikin dia punya bahasa klarifikasi kayak bagaimana,” tambahnya.
Tak puas dengan pertanyaan yang disampaikan, Rizki pun meminta agar bisa bertemu agar lebih bagus, namun itu masih bersifat janji.
Ketika disentil terkait dengan dugaan penyalagunaan ADD dan anggran BLT senilai Rp30 juta, kata Rizki, walaupun ia sampaikan ke wartawan dengan dalil apapun, tergantung hasil pemeriksaan.
“Kalaupun saya bilang benar ada temuan, dan dorang (inspektorat) pemeriksaan, dan ternyata tara (tidak) ada temuan kan, dan ini saya tara (tidak) dia begitu to. Jadi, insyah Allah pemeriksaan dari inspektorat baru saya konfirmasi pe ngoni (wartawan),” bebernya.









