IMM Soroti Dugaan Penggerak Aksi, Minta Persoalan Dibuka
Basyir berpandangan, perbedaan pendapat mengenai pembangunan seharusnya tidak langsung berkembang menjadi pertentangan tanpa didahului pemeriksaan terhadap fakta dan persoalan yang mendasarinya.
Menurut dia, setiap keberatan terhadap proyek perlu disampaikan dengan alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Demikian pula dugaan adanya pihak yang menggerakkan demonstrasi, yang harus dibuktikan melalui informasi dan fakta, bukan sekadar asumsi.
Sorotan terhadap dugaan mobilisasi aksi tersebut menambah dimensi baru dalam polemik pembangunan di kawasan Waitomu–Mardika. Sebelumnya, perdebatan berkaitan dengan penataan kawasan sungai dan keterlibatan TNI dalam pembangunan fasilitas yang disebut bertujuan mendukung aktivitas usaha masyarakat.
Meski menyatakan dukungan terhadap keterlibatan TNI dalam pembangunan, IMM Ambon menilai setiap proyek tetap harus dilihat secara menyeluruh. Dukungan terhadap pembangunan tidak berarti aspek teknis, lingkungan, dan ketentuan hukum dapat diabaikan.
Terlebih, pekerjaan di kawasan sungai berkaitan dengan fungsi aliran air, keselamatan, serta potensi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, menurut Basyir, perdebatan mengenai pembangunan Waitomu semestinya diarahkan pada pembahasan yang objektif, termasuk menyangkut dasar perencanaan, ketentuan perizinan, dan manfaat proyek bagi masyarakat.








