Soal Polemik Proyek Kodam Pattimura di Waitomu, IMM Ambon Tuding Ada Mobilisasi Demo Dukungan

oleh -9 Dilihat
Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Ambon, Basyir Tuhepaly, meminta dinamika yang berkembang di kawasan tersebut dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

IMM Soroti Dugaan Penggerak Aksi, Minta Persoalan Dibuka

Basyir berpandangan, perbedaan pendapat mengenai pembangunan seharusnya tidak langsung berkembang menjadi pertentangan tanpa didahului pemeriksaan terhadap fakta dan persoalan yang mendasarinya.

Menurut dia, setiap keberatan terhadap proyek perlu disampaikan dengan alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Demikian pula dugaan adanya pihak yang menggerakkan demonstrasi, yang harus dibuktikan melalui informasi dan fakta, bukan sekadar asumsi.

Sorotan terhadap dugaan mobilisasi aksi tersebut menambah dimensi baru dalam polemik pembangunan di kawasan Waitomu–Mardika. Sebelumnya, perdebatan berkaitan dengan penataan kawasan sungai dan keterlibatan TNI dalam pembangunan fasilitas yang disebut bertujuan mendukung aktivitas usaha masyarakat.

Meski menyatakan dukungan terhadap keterlibatan TNI dalam pembangunan, IMM Ambon menilai setiap proyek tetap harus dilihat secara menyeluruh. Dukungan terhadap pembangunan tidak berarti aspek teknis, lingkungan, dan ketentuan hukum dapat diabaikan.

Terlebih, pekerjaan di kawasan sungai berkaitan dengan fungsi aliran air, keselamatan, serta potensi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga  Gubernur NTT Dukung Kapal Perintis Singgahi Pulau Romang, Anos Yermias Beri Apresiasi

Karena itu, menurut Basyir, perdebatan mengenai pembangunan Waitomu semestinya diarahkan pada pembahasan yang objektif, termasuk menyangkut dasar perencanaan, ketentuan perizinan, dan manfaat proyek bagi masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.