Sok Jagoan Jadi Penendang Terakhir, Mbappe Malah Jadi Pembawa Sial Bagi Prancis

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Entah karena merasa sebagai superstar atau bagaimana, Kylian Mbappe yang baru berusia 22 tahun memilih untuk menjadi penendang terakhir bagi negaranya dan itu terbukti menjadi boomerang bagi Prancis

Prancis yang merupakan unggulan utama di Euro 2020 ini secara mengejutkan harus tersingkir di babak 16 besar dari Swiss dalam pertandingan di National Arena, Bukares, pada Selasa (29/6) dini hari WIT.

Padahal Les Bleus sempat unggul 3-1 hingga menit ke-80 ketika brace Karim Benzema dan gol jarak jauh Paul Pogba berhasil membalas gol pembuka pertandingan yang dicetak oleh Haris Seferovic di babak pertama.

Namun gol kedua Haris Seferovic menit ke-81 dan gol pemain pengganti Mario Gavranovic di menit ke-90 akhirnya memaksa pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan, sebelum akhirnya laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti karena tidak ada gol tambahan tercipta.

Di babak tos-tosan ini, semua pemain Swiss Mario Gavranovic, Fabian Schär, Manuel Akanji, Ruben Vargas, dan Admir Mehmedi berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, begitu pula empat eksekutor pertama Prancis yaitu Paul Pogba, Olivier Giroud, Marcus Thuram, dan Presnel Kimpembe.

Baca Juga  Bapemperda DPRD Maluku Gelar Rapat dengan OPD & Instansi Terkait

Kylian Mbappe kemudian maju sebagai eksekutor terakhir dari 10 eksekutor utama di adu penalti ini, sayang eksekusi penaltinya berhasil dibaca oleh Yann Sommer yang akhirnya berhasil memberi kemenangan dramatis bagi Swiss.

Padahal secara pertandingan, penyerang Paris Saint-Germain itu menunjukkan bahwa dia belum layak untuk menjadi penendang terakhir karena secara mental dia tampak tidak siap. Selama 120 menit pertandingan, pemain berusia 22 tahun itu tampak frustrasi dan kurang ketajaman.

Di sepanjang pertandingan, Kylian Mbappe gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran kendati dia bermain penuh di 120 menit tersebut, dengan pergerakan dan serangannya mudah dimatikan para pemain bertahan Swiss.

Difavoritkan sebagai salah satu pesaing top skor di Euro 2020 ini, penyerang PSG yang kontraknya akan berakhir pada 2022 tersebut nyatanya gagal mencetak satu pun gol di turnamen musim panas ini, dan hanya mengemas satu assist.

Baca Juga  Frank de Boer Undur Diri Dari Kursi Pelatih Timnas Belanda

(red/gilabola)

No More Posts Available.

No more pages to load.