Stok Gula Konsumsi Diprediksi Hanya Cukup Sampai Mei 2024, di Maluku-Papua Rp 18.500/Kg

oleh -4 views

Porostimur.com, Jakarta – Pasokan gula konsumsi menipis. Bahkan beberapa ritel modern telah alami keterbatasan stok saat ini.

Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Yadi Yusriadi mengungkapkan, menipisnya stok gula konsumsi ini karena banyak produsen yang belum berproduksi dan menunggu musim giling. 

“Stok saat ini insayaallah hanya cukup sampai minggu ke-2 Mei,” jelas Yadi mengutip Kontan.co.id, Senin (22/4/2024). 

Yadi mengatakan menipisnya stok ini menyebabkan harga gula konsumsi di tingkat pasar tradisional melonjak. Sementara, di pasar modern ada keterbatasan stok karena terikat dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP). 

“Beberapa daerah bahkan alami kelangkaan,” ungkap Yadi. 

Menurutnya kondisi saat ini sulit diintervensi dengan kebijakan pemerintah, mengingat instrumen stok gula yang dikuasai oleh BUMN pangan sangatlah kecil. 

Baca Juga  Konflik Papua: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Untuk itu, saat ini yang bisa dilakukan adalah mempercepat realisasi impor oleh Id Food sambil menunggu musim giling dari pabrik gula dalam negeri berproduksi. 

“Kondisi ini dapat dijadikan pelajaran pemerintah dalam pengendalian harga gula untuk masa mendatang,” tukasnya. 

Sebelumnya, upaya membanjiri stok gula sudah dilakukan pemerintah melalui relaksasi sementara HAP gula konsumsi sebesar Rp 17.500/kg.