Sunyi di Maba Sangaji: Ketika Perlawanan Dibalas Penjara

oleh -426 views

Hal senada juga disampaikan anggota penyatu Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ambon Ronald Sopacua.

Ronald Sopacua secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang dinilainya tidak berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, gubernur gagal menunjukkan sikap pembelaan terhadap para perempuan Maba Sangaji yang tengah menghadapi situasi kehilangan kepala keluarga.

Sunyi di Tanah Sendiri

Kini, Maba Sangaji berjuang dalam sunyi. Hutan mereka terus diusik, air bersih terancam, tanah adat digali, dan anak-anak negeri dikurung. Di hadapan negara dan perusahaan, masyarakat adat seolah tak punya suara, tak punya tempat, dan tak punya perlindungan.

Sementara itu, kerusakan lingkungan di sekitar wilayah konsesi PT Position terus berlangsung, meninggalkan luka ekologis yang mungkin tak akan sembuh dalam waktu dekat.

Baca Juga  Desak Audit Dana Desa dan Copot Kades, Warga Desa Laigoma Palang Kantor Desa

Di sisi lain, ruang-ruang perlawanan perlahan disempitkan. Tapi sejarah berkali-kali menunjukkan: ketika tanah air diinjak, maka kesetiaan pada warisan leluhur akan bangkit dari luka-luka terdalam.

Pertanyaannya: Akankah hati nurani para pemimpin daerah itu akhirnya bangkit? Ataukah mereka akan tetap berdiri di sisi sunyi, membiarkan rakyatnya dihancurkan dalam diam? (Tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.