Supplier Ikan Dapur MBG di Aru Diduga Terafiliasi PT LTU, BGN Diminta Evaluasi

oleh -453 Dilihat
Sekretaris AMATI, Callin Leppuy, S.Sos., meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi mekanisme pengadaan bahan ikan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Durjela 1 dan 2 di Dobo.

Porostimur.com, Dobo – Pengadaan bahan baku ikan untuk dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Aru menjadi perhatian Aliansi Masyarakat Aru Anti Korupsi (AMATI).

Sekretaris AMATI, Callin Leppuy, S.Sos., meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi mekanisme pengadaan bahan ikan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Durjela 1 dan 2 di Dobo.

Permintaan itu disampaikan menyusul dugaan adanya afiliasi antara pemasok ikan dengan PT Laut Timur Utama (LTU), perusahaan yang bergerak di bidang perikanan dan diketahui memiliki jaringan kapal penangkap ikan sendiri.

Menurut Leppuy, dugaan tersebut perlu ditelusuri karena program MBG semestinya tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat, termasuk nelayan, koperasi dan pelaku UMKM.

“Seharusnya setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur MBG merangkul banyak pemasok, terutama di Kepulauan Aru yang memiliki banyak pengusaha perikanan lokal,” kata Leppuy.

Baca Juga  Juventus Tumbang di Menit Akhir, Tudingan Pengaturan Skor Merebak di Media Sosial

AMATI Soroti Dugaan Afiliasi Supplier

Leppuy mengungkapkan, pihaknya telah mendalami dugaan praktik monopoli dalam pengadaan ikan untuk dapur MBG di Dobo.

Ia menduga pasokan ikan dilakukan melalui sebuah unit usaha dagang (UD) yang secara administratif berdiri sendiri, namun diduga memiliki keterkaitan dengan PT LTU.

No More Posts Available.

No more pages to load.