Surat Cinta untuk Bupati Maluku Tengah

oleh -26 Dilihat

Sekarang beta ajak bapak bergeser ke pulau seberang. Saparua dan Nusa Laut menawarkan sisi kehidupan yang berbeda. Di sinilah kisah-kisah heroik rakyat Maluku melawan Belanda tercatat. Saparua menjadi saksi pertempuran berdarah yang membentuk sejarah.

Jika mata mulai jenuh, saatnya beta dan pak Bupati pergi lebih jauh ke Seram Utara Timur Kobi dan Seti. Hamparan sawahnya menyerupai lanskap di Pulau Jawa dalam skala kecil, terutama ketika padi mulai menguning. Buah semangka, jeruk, buah naga, melon, hingga aneka kuliner agrowisata tersedia di sini. Sebagai kawasan transmigrasi, desa-desa ini adalah bukti bagaimana orang-orang berjuang melawan kemiskinan lewat keberanian merantau.

Dan ini baru sebagian kecil Pak Bupati. Masih banyak yang belum beta tulis, banyak pula yang mungkin terlewatkan. Dan pada titik ini, semua potensi yang dimiliki Maluku Tengah seharusnya tidak lagi menjadi sekadar cerita yang berulang dari generasi ke generasi. Dengan kekayaan alam, budaya, sejarah, dan keunikan geografis yang begitu lengkap, sektor pariwisata seharusnya berdiri sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dan paling strategis bagi Maluku Tengah.

Baca Juga  Kodam XV/Pattimura Beberkan Spesifikasi Konstruksi Waitomu, Bentangan 120 Meter Tanpa Pilar Tengah

Inilah peluang nyata yang selama ini dibiarkan berjalan sendiri tanpa arah yang jelas. Karena itu, pemerintah daerah dibawah kepemimpinan bapak tidak boleh lagi bergerak dengan pola lama, terlambat, pasif, dan tanpa keberanian mengambil keputusan besar. Sudah saatnya semua perangkat kerja bapak hadir dengan visi yang kreatif, perencanaan yang matang, dan langkah-langkah progresif yang mampu mengubah potensi menjadi keuntungan nyata.

No More Posts Available.

No more pages to load.