Syaikh ‘Aidh Al Qorni mengatakan sosok yang sering tersenyum karena suka bercanda akan lebih mudah sukses dibanding yang lainnya (sering cemberut, marah, terlalu serius, gampang tersinggung, tidak bergaul, dll). Karena orang yang suka humor lebih dapat menaklukan hati orang lain.
Maka dari itu, hendaknya umat Islam dalam perilaku kehidupannya menghadirkan senyum di bibir dan menebar kebahagian serta suka cita di hati. Sebab senyum dan tawa adalah hal yang dibutuhkan oleh semua orang.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang tersenyum dan tertawa, namun senyum Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih sering terlihat daripada tawa. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bergaul dan bercanda dengan keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kebahagian dan rasa suka cita dalam hati-hati mereka.
Penulis kitab Faidh al-Khahtir yakni Ahmad Amin mengatakan, orang yang tersenyum (menyukai humor) tidak hanya lebih berbahagia dengan diri mereka saja, namun mereka juga orang yang antusias bekerja, mampu memikul tanggungjawab, lebih kuat dalam menghadapi kesulitan dan menyelesaikan masalah, serta mampu melakukan hal-hal yang besar yang memberikan manfaat kepada diri mereka dan orang banyak.










