Takut Lukisan

oleh -236 views

Sangat mungkin bahwa kurator sendiri mengalami tekanan untuk menurunkan lukisan itu. Pameran ini seharusnya dibuka oleh Menteri Kebudayaan. Tentu saja dia batal datang dan tidak bisa dipersalahkan karena pembredelan ini. Kan bukan dia yang melarang?

Jelas ada aroma politik yang kuat di sini. Lukisan-lukisan yang dibredel adalah lukisan yang ada gambar menyerupai Mulyono.

Sodara, pemerintahan baru, yang mengklaim meneruskan pemerintahan Mulyono ini, belum genap 100 hari berkuasa. Dan, dalam waktu yang singkat ini sudah menampilkan watak yang sangat tidak toleran terhadap kebebasan berekspresi.

Mungkin banyak dari antara Sodara yang merasa bahwa kita sedang baik-baik saja. Bahwa kita harus memberangus ekspresi yang kita pandang memecah belah demi persatuan. Bahwa kita tidak perlu berdebat kiri kanan dan terus bekerja. Dan seterusnya, dan seterusnya …

Pengalaman sepuluh tahun terakhir memperlihatkan bahwa ketiadaan perdebatan dan cuci otak massal lewat influencers dan buzzers membawa begitu banyak bencana untuk negeri ini. Pemujaan berlebihan yang dihasilkan dari manipulasi opini adalah cek kosong untuk kembalinya otoriterisme. Dan, buahnya kita raup sekarang ini.

Baca Juga  Percepat Program MBG, Hendrik Lewerissa Tekankan Kolaborasi dan Pangan Lokal

Kondisi sekarang ini mengingatkan saya pada kata-kata seorang penyair Mexico, Octavio Paz, “When a society decays, it is language that is first to become gangrenous. As a result, social criticism begins with grammar and the re-establishing of meanings.”

No More Posts Available.

No more pages to load.