Bukti CCTV dan Pergerakan Terorganisir
Penelusuran TAUD juga menemukan sejumlah barang bukti, termasuk wadah air keras, helm yang meleleh, serta kendaraan yang digunakan dalam aksi tersebut, yakni 13 sepeda motor dan 2 mobil.
“Kami menunjukkan rekaman CCTV dengan kronologi yang runut. Ada sedikit perbedaan timestamp, tetapi pola pergerakannya jelas menunjukkan tindakan terorganisir,” kata Ravio Patra.
Kasus penyiraman air keras ini terjadi sekitar tiga pekan lalu setelah korban mengikuti siniar di Kantor YLBHI yang membahas isu militerisme. TAUD menekankan pentingnya proses hukum yang transparan melalui jalur peradilan sipil guna menghindari potensi impunitas dalam penanganan kasus tersebut. (red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









