Kemudian, Hilgers. Pemain yang satu ini mentas di kompetisi yang amat kompetitif di Eropa: Liga Belanda alias Eredivisie, bersama FC Twente.
Hilgers juga telah diturunkan di 11 pertandingan Liga Belanda, mencetak satu gol dan satu assist.
Beralih ke sektor bek sayap, Kevin Diks dan Sandy Walsh adalah seorang bek kanan. Namun, di timnya masing-masing, baik Kevin maupun Sandy sama-sama kerap dimainkan di pos bek kiri.
Kevin adalah andalan tim asal Denmark, FC Copenhagen. Musim ini, ia dimainkan di 26 pertandingan lintas ajang, termasuk kompetisi antartim Eropa, Europa Conference League.
Kevin begitu piawai dalam hal bertahan sekaligus menyerang. Ia sudah mencetak tujuh gol dan delapan assist. Angka ini jelas cukup banyak bagi seorang pemain bertahan.
Sama dengan Kevin, Sandy Walsh juga merupakan bek andalan di timnya: KV Mechelen (Belgia).
Musim ini, Sandy sudah bermain di 15 pertandingan Liga Belgia. Statistiknya pun tergolong baik, mencetak dua gol plus tiga assist.
Keempat pemain tersebut tentu bisa dimainkan secara bersamaan oleh Shin.
Mees Hilgers dan Jordi Amat di posisi bek tengah, sementara Sandy Walsh dan Kevin Diks yang aktif membantu penyerangan sebagai bek sayap.
Jika hal ini terealisasi, lini belakang Timnas Indonesia bisa menjadi tembok kokoh bernuansa ‘Eropa’ yang sulit dilewati lawan mana pun. Setidaknya, itu untuk level Asia Tenggara dan tak menutup kemungkinan juga, Asia.









