Terbongkar. Diduga Gelapkan Dana BumDes, Aiptu. Bernardus Nurlatu, Dilaporkan ke Polisi

oleh -71 views
Link Banner

@porostimur.com | Namlea: Seorang oknum anggota kepolisian dari Polsek Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Aiptu. Bernardus Nurlatu dan istrinya Rolly Susana Samar, akhirnya dilaporkan ke Polres Pulau Buru, Jumat (18/7).

Bernardus Nurlatu dan istrinya dilaporkan atas dugan penggelapan dana Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Desa Masnana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, sebesar Rp.140,4 juta.

Bernardus dan Susana diduga menggunakan dana BumDes untuk membangun obyek wisata pribadi Masnana Beach dengan membuat semua perizinan tertulis atas nama Susana.

Link Banner

Selain menggelapkan dana BumDes. Bernardus dan istrinya juga diduga telah menggelapkan dana hasil penjualan beras Raskin sebesar Rp.5 juta, yang menyebabkan aparat pemerintah desa menerima teguran dari Kantor Kecamatan Namrole, Buru Selatan.

Pasangan suami istri ini juga diduga menipu masyarakat adat Kampung Lele dengan menggelapkan bantuan 56 sak semen dan 1 drum bensin yang berasal dari PD. Panca Karya.

Baca Juga  Pegawai Terpapar Corona, Kinerja Pemberantasan Korupsi Tidak Terhenti

Bernardus Nurlatu dinilai bertindak kelewat batas. Ia sengaja menghalangi masyarakat Kampung Baru serta petugas dari kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) yang akan melakukan pengukuran tanah dengan sertifikat prima, sebagai bagian dari program Presiden RI, Joko Widodo.

Bernardus juga berulah dengan memalang kantor Desa Masnana sejak bulan Juni lalu, yang menyebabkan kantor tersebut tutup dan pelayanan terhadap masyarakat tidak dapat dilakukan oleh aparat desa.

Merasa geram dengan sikap Aiptu. Bernardus Nurlatu, Kepala Desa Masnana, Romaldus Nurlatu dan Ketua BPD, Soter Nurlatu melaporkan ulah oknum polisi tersebut ke Polres Buru.

Dalam laporan tertulis tertanggal, 28 Juli 2019 itu, Kades Masnana. Romaldus Nurlatu, menyiapkan laporan dalam dua bundel dokumen yang diberi kertas plastik transparan berwarna merah. Romaldus langsung melapor ke Propam Polres Pulau Buru.

Usai melapor di Mapolres Pulau Buru, Kades Masnana yang didampingi propam langsung bertemu dengan Wakapolres Pulau Buru, Kompol. Backhrye Hehanussa.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Malut Monev Audit BOS Itjen di Halbar

Bernardus diadukan ke Propam terkait tindak penyalahgunaan wewenang dengan cara melakukan pemalangan Kantor Desa Masnana.

Sedangkan aduan penggelapan dana Bumdes dan lain-lain, menurut kuasa hukum pelapor, Taip Warhangan menjelaskan, Wakapolres meminta waktu dan masalah ini akan diteruskan ke Kapolres setelah Kapolres kembali dari perjalanan ibadah haji ke tanah suci.

“Sehari dua ini pak Kapolres sudah pergi berhaji. Kita tunggu beliau kembali untuk turun tangan menangani dugaan penggelapan dan dugaan korupsi oleh Aiptu Bernardus,”tandas M Taib Warhangan.

Kades Masnana menduga, konflik yang terjadi di desanya sengaja dibuat Aiptu. Bernardus agar masyarakat sibuk saling menyalahkan, dan akhirnya lupa mengorek borok dari Aiptu Bernardus Nurlatu yang pernah menjadi Ketua BumDes Masnana.

Sebaliknya, Bernardus Nurlatu dan sepupunya malah menggoreng soal Dana Desa dan menumpahkan semua kesalahan dipundaknya sebagai Kades.

Baca Juga  Ternyata Jenis Kartu Seluler Bisa Tentukan Kasta Seseorang di Masyarakat

Bernardus juga sempat membuat organisasi dadakan atas nama Forum Pemerhati Sosial dan Peduli Pembangunan Desa Masnana dan melaporkan Kades serta Sekdes Masnana ke polisi.


Ternyata organisasi dadakan yang tidak terdaftar di Kesbangpol ini mutlak dikendalikan Bernardus. Terbukti bahwa ia sengaja memposisikan istrinya sebagai sekertaris organisasi agar ia mudah menyetir mereka.

Melalui organisasi tersebut pula Bernardus pernah melaporkan perihal aksi pemalangan kantor des di hadapan atasannya yakni Kapolsek Waesama.

Ia mengelak, terkait aksi pemalangan kantor desa dan sengaja
melempar salah kepada Ketua BPD Masnana, Soter Nurlatu.

Mengetahui Bernardus telah melakukan tindak pencemaran nama baik dengan cara memutar balikan fakta, Soter Nurlatu pun tidak menerima tuduhan tersebut.

Dirinya bersama Kades Masnana akhirnya berinisiatif melaporkan secara tertulis masalah ini ke Polres Pulau Buru. (ima)