Porostimur.com, Jakarta – Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto, menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai acuh terhadap polemik pemberian konsesi proyek panas bumi Telaga Ranu, Halmahera Barat, kepada PT Ormat Geothermal Indonesia.
Menurut Mulyanto, perusahaan tersebut memiliki afiliasi dengan Israel sehingga tidak layak mengelola sumber daya alam strategis Indonesia. Ia menegaskan, praktik hubungan bisnis yang melibatkan entitas yang memiliki keterkaitan dengan Israel, terutama dalam proyek energi dan sumber daya, seharusnya dihindari.
“Dengan rekam jejak Ormat serta penyokong di belakangnya, menurut kami tidak layak mereka mendapat konsesi mengelola sumber daya alam Indonesia,” ujar Mulyanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Jangan Bertabrakan dengan Konstitusi
Mulyanto mengingatkan, di tengah situasi global yang semakin kompleks, Indonesia harus menjaga konsistensi antara kebijakan ekonomi dan prinsip politik luar negeri yang menjadi identitas bangsa.
Baginya, dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi. Prinsip menolak segala bentuk penjajahan sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 tidak boleh berhenti sebagai retorika, melainkan harus menjadi rujukan dalam setiap kebijakan negara, termasuk investasi.









