Terkait Penolakan Pembangunan di Tapal Kuda, ini Tanggapan Ketua GAMKI

oleh -8 Dilihat

Kalau alasan pembangunan tersebut hanya untuk bina prajurit Kodam, Ia merasa hal ini tidak pas dengan situasi karena fasilitas peribadatan di Kota Ambon sudah cukup. Salah satunya ialah Islamic Center. Jika Pangdam ingin melaksanakan kegiatan bina parjurit bisa menggunakan fasilitas gedung tersebut.

Lelapary menyarankan jika Pangdam ingin melakukan pengabdian dengan uang sebanyak seperti itu, lebih baik Pangdam menjadi orang tua asuh bagi siswa atau mahasiswa, yang disituasi pandemi Covid ini bermasalah dengan keuangan pendidikan. Namun jika ingin membangun tempat peribadatan seharusnya berkoordinasi dengan Tokoh Agama.

Ia menambahkan, ruang publik seperti ini jangan dialihkan fungsinya. Biar itu jadi lokasi tempat perjumpaan masyarakat, rekonsiliasi, dan rekreasi. Kalau menggunakan simbol-simbol agama, Ia cemas hal ini bisa menimbulkan kecemburun sosial.

Baca Juga  BEM UNUTARA Desak Polda Malut Usut Dugaan Pemblokiran Tongkang oleh PT AMIN di Area Tambang PT ANI

Jadi menurutnya, hal ini sudah salah sejak awal karena pertama masyarakat Air Salobar tidak pernah tersosialisasi. Kedua, kebijakan yang dinilai bertabrakan dengan perencanaan pembangunan pemerintah kota. Ketiga, sebagai bagian dari Forkopimda seharusnya Pangdam membicarakan hal ini dengan Tokoh Agama di Kota Ambon dan keempat, pembangunan ini terkesannya tersembunyi karena tidak ada papan pembangunan kegiatan, bahkan Lurah yang mempunyai wilayah pemerintahan di daerah tersebut juga tidak tahu tentang pembangunan ini. (alena)