“Tidak ada yang tahu apa pun. Kami sudah bertanya selama berminggu-minggu, tapi tidak mendapat detail spesifik,” kata seorang ajudan Kongres kepada NBC News.
Kritik ini muncul di tengah pembahasan anggaran pertahanan AS yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam sejarah.
Pemerintah AS Bungkam
Pemerintah AS sejauh ini tidak memberikan rincian terkait tingkat kerusakan. Seorang pejabat menyatakan bahwa informasi tersebut tidak diungkap karena alasan keamanan operasional.
“Kami tidak membahas penilaian kerusakan pertempuran. Pasukan kami tetap beroperasi penuh dan menjalankan misi dengan kesiapan yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Donald Trump sebelumnya menegaskan bahwa Iran telah “dihancurkan” dan menyebut Washington memiliki posisi kuat dalam negosiasi.
Pernyataan senada juga pernah disampaikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang menyatakan rudal Iran tidak akan mencapai target. Namun laporan terbaru menyebut sejumlah rudal justru berhasil menembus pertahanan.
Dugaan Penutupan Informasi
Selain kerusakan infrastruktur, muncul pula dugaan bahwa jumlah korban jiwa lebih tinggi dari yang diumumkan. Hal ini diungkap dalam analisis oleh The Intercept.
Laporan NBC News juga menyebut Gedung Putih sempat meminta perusahaan satelit swasta untuk tidak mempublikasikan citra pangkalan yang terdampak serangan.









