Porostimur.com | Jayapura: Di Provinsi Papua pertengahan Februari 2021, Prada Ginanjar Arianda, anggota batalyon komando Banteng Raiders ditembak pejuang separatis di bagian perut dan mati.
Dua puluh empat jam setelah peristiwa tersebut, aparat keamanan melakukan penyisiran yang menyebabkan banyak penduduk mengungsi ke gereja-gereja. Salah satu keluarga, ada yang kehilangan tiga anggotanya sekaligus. Ketiga bersaudara yang bernama Janius, Soni, dan Yustinus Bagai disebut tewas karena serangan tentara Indonesia.
Pihak tentara Indonesia menyebutkan ketiga orang yang tewas merupakan separatis bersenjata yang mencoba merebut senjata dan dibunuh sebagai bagian dari pembelaan diri.
Reuters berbicara kepada lebih dari belasan orang. Termasuk seorang pastor Katolik dan pejabat pemerintah setempat, anggota keluarga dan pemantau hak asasi manusia melalui telepon dan meninjau foto-foto tubuh para korban tersebut. Sebuah laporan tentang pembunuhan oleh penyelidik hak asasi manusia di Papua dan bukti lain yang semuanya meragukan versi resmi tentang bagaimana orang-orang itu meninggal.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pembela HAM mengatakan, pasukan keamanan alias TNI Polri telah melakukan pelanggaran berat di negerinya sendiri.




