Porostimur.com, Jakarta — Tokoh muda Maluku Utara Syukur Mandar, menyayangkan pernyataan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, yang dinilai tidak tepat disampaikan di tengah situasi masyarakat yang masih dalam proses pemulihan pascakonflik di wilayah Sibenpopo–Banemo.
Kritik tersebut disampaikan Syukur melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan langsung kepada gubernur. Dalam surat itu, ia tetap mengawali dengan apresiasi atas kepemimpinan gubernur, namun mengingatkan pentingnya sensitivitas dalam berkomunikasi di ruang publik, terutama dalam konteks konflik sosial.
Momentum Damai Jangan Terganggu
Syukur menilai, konflik sosial kerap kali dipicu oleh hal-hal kecil, tetapi dapat membesar akibat provokasi, agitasi, maupun isu-isu sensitif seperti suku, agama, dan etnis.
Menurutnya, dalam situasi yang baru saja memasuki fase rekonsiliasi, pertanyaan mengenai siapa yang memulai atau siapa yang bersalah tidak lagi menjadi hal utama yang perlu diangkat di hadapan publik.
“Damai telah membalut kesedihan mereka. Pelukan penuh air mata penyesalan itu sudah meruntuhkan sekat-sekat kecurigaan. Pertanyaan soal siapa yang salah justru berpotensi menggores kembali luka yang mulai sembuh,” tulisnya dikutip, Jumat (10/4/2026).










