TPNPB-OPM Hadang Rombongan TGPF dari Jakarta, Dua Orang Terluka

oleh -15 views
Link Banner

Porostimur.com | Jayapura: Tentara NasionalPembebasan Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengadang rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) pimpinan Benny Mamoto saat kembali dari Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat sore (9/10).

Dalam insiden ini, seorang anggota TGPF Intan Jaya bernama Bambang Purwoko dan seorang prajurit TNI Sertu Faisal Akbar tertembak.

Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa ketika dihubungi dari Jakarta, mengatakan peristiwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIT di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya.

“Telah terjadi pengadangan oleh KSB (KKSB-red) terhadap rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta saat kembali dari Distrik Hitadipa menuju ke Sugapa,” kata Suriastawa.

Link Banner

Kedua korban yang terluka tembak langsung dibawa RSUD Sugapa untuk mendapatkan tindakan medis pada pukul 16.40 WIT.

Baca Juga  Hasil Riset: Bantuan Langsung Tunai Banyak Dipakai untuk Beli Rokok

Sertu Faisal Akbar (Satgas Apter Hitadipa) dikabarkan mengalami luka tembak di pinggang. Sedangkan Bambang Purwoko terkena tembakan di pergelangan kaki kiri.

“Keduanya kondisinya masih sadar,” ucap Suriastawa.

Kedua korban saat ini masih dirawat di RSUD Sugapa dengan pengawalan oleh personil TNI Asintel Kodam Cenderawasih Kol Inf Ardian Triwasana.

Sementara itu, rombongan TGPF yang lain sudah dievakuasi ke rumah dinas wakil bupati Intan Jaya.

“Untuk rombongan TGPF lain sudah berada di rumah dinas Wabup Intan Jaya,” tambahnya.

Rombongan TGPF yang dipimpin Benny Mamoto datang ke Intan Jaya untuk mendalami informasi guna mengungkap kasus penembakan yang terjadi di Intan Jaya beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Termasuk Israel, Ini 5 Negara yang Tak Akan Pernah Dikunjungi Ratu Elizabeth II, Ini Alasan di Baliknya

“Kami jauh-jauh datang ke sini untuk bekerja sepenuh hati agar kasus ini menjadi terang, dengan begitu Tim TGPF Intan Jaya bisa memberikan laporan dan masukan yang tepat untuk pemerintah,” ujar Benny Mamoto dalam siaran persnya pada Kamis (8/10).

Benny dan tiim direncanakan akan bekerja selama dua minggu untuk mencari informasi mengenai penembakan di Intan Jaya.(red/ant/jpnn)