“Setiap hari orang-orang pergi ke sana dengan harapan bahwa mereka bisa mendapatkan makanan sehingga mereka dapat memberi makan anak-anak mereka yang kelaparan dan mereka akhirnya meninggal, mereka berakhir dengan luka-luka, di tempat yang tidak memiliki fasilitas medis di mana mereka bahkan dapat mengobati luka-luka mereka,” ujar dia.
Al-Arian mengatakan bahwa, “Situasi itu tidak lebih dari skandal bagi seluruh dunia.”
“Tidak seorang pun dapat dengan serius membantah ini adalah pusat distribusi makanan ketika hari demi hari … kita melihat orang-orang Palestina tidak hanya terluka, terbunuh,” pungkas dia.
sumber: sindonews









