Tren Fashion 2022: Berani dan Berkelanjutan

oleh -41 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Tren fashion memang selalu menarik. Meski dilanda pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir, fashion tak pernah mati dan tetap menarik minat. Seperti apa tren fashion 2022?

Memasuki 2022, fashion disebut bakal semakin berkembang bahkan membuka peluang untuk industri fashion kembali melesat.

Co-Founder Benang Jarum, Allyssa Hawadi mengatakan 2022 akan menjadi tahun yang berbeda untuk fashion tanah air. Warna-warna yang keluar tahun depan bisa lebih beragam, berani, dan gemilang.

“Karena hampir dua tahun orang tertahan karena Covid-19, bisa jadi 2022 situasi sudah membaik dan orang jadi lebih berekspresi,” kata Allyssa dalam Virtual Press Conference WONDERFUL HARMONY Benang Jarum X Raisa, Selasa (21/12/2021) lalu.

Berbeda dengan 2020 dan 2021 di mana fashion lebih banyak didominasi warna kalem, di 2022 ini fashion akan banyak didominasi warna yang lebih bold dan berani. Bahkan warna hijau neon atau warna terang neon bisa banyak disukai dan digunakan oleh orang.

Baca Juga  Bintang Barcelona Alexia Putellas Rengkuh Trofi Ballon d'Or Wanita 2021

“Everything bold, orang akan out of comfort zone. Electric blue, warna-warna neon, semua hal yang bold,” katanya.

Fashion yang berkelanjutan
Sepanjang 2021, industri fashion diwarnai dengan pola pikir berkelanjutan. Tren ini juga disebut-sebut akan bertahan dan terus berkembang di 2022.

Penasihat Senior di Indonesia Fashion Chamber Dina Midiani mengatakan, fashion yang berkelanjutan akan terus berkembang seiring dengan pemikiran untuk mempertahankan lingkungan.

“Tren memang akan berubah ada saja perubahan ya seiring zaman, tapi fashion yang sustainable, yang berkelanjutan akan terus dilakukan pelaku di bidang ini,” kata Dina kepada wartawan saat ditemui di kawasan Istora Senayan, Kamis (16/12/2021) lalu.

Dia menambahkan fashion yang berkelanjutan ini bisa dilihat dari pemilihan bahan, pola pengemasan hingga pembuatan fashion tersebut.

Baca Juga  Sandiaga Uno: RI Sebentar Lagi Masuki Resesi Ekonomi

“Jadi pikirannya bahan yang ramah lingkungan yang seperti apa, nggak cuma bagaimana bentuknya tapi kelanjutannya untuk bumi bagaimana,” kata Dina.

(Akib/CNN Indonesia)

No More Posts Available.

No more pages to load.