FORMAPAS Malut Desak ESDM Cabut IUP PT TID dan PT BPN Usai Keracunan Massal Pekerja

oleh -23 views
Ketua Umum FORMAPAS Malut, Riswan Sanun, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden biasa, melainkan indikasi kuat adanya kelalaian sistemik oleh perusahaan.

Porostimur.com, Jakarta – Insiden keracunan massal yang menimpa puluhan pekerja tambang di Kabupaten Halmahera Tengah memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (FORMAPAS Malut) menilai peristiwa tersebut sebagai bukti kegagalan serius dalam pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor pertambangan.

Ketua Umum FORMAPAS Malut, Riswan Sanun, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai insiden biasa, melainkan indikasi kuat adanya kelalaian sistemik oleh perusahaan.

“Ini bukan hanya soal makanan, ini soal nyawa manusia. Ketika kejadian seperti ini terus berulang, maka patut diduga ada kelalaian serius yang dibiarkan,” tegasnya.

Puluhan Pekerja Keracunan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 69 karyawan tambang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan di area kerja. Para korban mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare, hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini menambah daftar panjang persoalan keselamatan kerja di kawasan industri tambang Halmahera Tengah. FORMAPAS menilai, lemahnya pengawasan terhadap standar operasional, terutama terkait penyediaan konsumsi bagi pekerja, menjadi faktor utama terjadinya insiden tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.