Trump Berniat Kerahkan Tentara untuk Lindungi Pendukung Saat Demo di Capitol

oleh -14 views
Link Banner

Porostimur com | Washington: Presiden AS Donald Trump dilaporkan berniat mengerahkan tentara, justru untuk melindungi pendukungnya saat kerusuhan di Capitol.

Dilaporkan The New York Times, si presiden awalnya sempat tidak ingin memanggil Garda Nasional saat demonstrasi berujung kericuhan Rabu (6/1/2021).

Malah, dia mempertimbangkan untuk menerjunkan pasukan justru untuk melindungi massa pembelanya dari kerumunan anti-Trump.

Sumber di internal Gedung Putih menuturkan, si presiden juga memberi tahu penasihatnya dia ingin bergabung dengan pendukungny di Capitol.

Tentu saja, para pembantunya menentang ide itu. Kerusuhan di Gedung Capitol sempat membuat anggota Kongres AS diungsikan.

Sebanyak lima orang tewas dalam kekacauan itu, di mana empat di antaranya merupakan pendukungnya dan satu lagi adalah polisi.

Baca Juga  Di ILC TV One, Karni Ilyar Tanya Ali Ngabalin Isi Kopernya yang Masih Ditahan KPK

Lebih dari 24 jam setelah bungkam atas insiden itu, Trump muncul di Twitter dengan mengunggah sebuah video pendek.

Dalam video yang diambil di Gedung Putih, dia tidak hanya menyiratkan mengakui kemenangan Joe Biden. Namun juga menyerukan adanya pemulihan.

“Kini Kongres sudah menyertifikasi hasil dari pemerintahan baru yang akan dilantik pada 20 Januari,” kata dia.

“Fokus saya kini adalah memastikan transisi kekuasaan secara mulus dan teratur. Momen ini juga dipakai sebagai rekonsiliasi dan pemulihan.”

Klaim sang presiden itu mendapatkan bantahan dari jurnalis Fox News, Jennifer Griffin, dalam kicauannya di Twitter.

Baca Juga  Datangi Kodim 1509/Labuha, Itdam Xvi/Pattimura Lakukan Pengawasan dan Pemeriksaan

“TIDAK BENAR Trump memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk menerjunkan Garda Nasional,” ujar dia dikutip Daily Mail Jumat (8/1/2021).

Pentagon, kata Griffin, menerjunkannya tanpa menunggu instruksi presiden. Malah, mereka menghubungi Wakil Presiden Mike Pence.

Media AS lain seperti CNNNBC, maupun The Times juga menyebut adalah Pence, bukan Trump, yang meminta Pentagon mengaktifkan Garda.

Baca Juga  Kadis Kesehatan Kota Ambon: Rapid Test Terhadap Warga Silale Akan Tetap Dilakukan

Bahkan Alexandria Ocasio-Cortez, anggota DPR AS, menampilkan surat dari Pentagon yang menghubungi Wapres Pence.

(red/kompas.com)