Trump Disebut Abaikan Peringatan Intelijen dan Militer Sebelum Serang Iran, Risiko Krisis Energi Mengintai

oleh -7 Dilihat
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut tetap memilih jalan perang dengan Iran meski sebelumnya telah menerima peringatan dari pejabat intelijen, wakil presiden, dan sejumlah petinggi militer mengenai risiko besar yang dapat muncul dari serangan tersebut.

Porostimur.com, Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut tetap memilih jalan perang dengan Iran meski sebelumnya telah menerima peringatan dari pejabat intelijen, wakil presiden, dan sejumlah petinggi militer mengenai risiko besar yang dapat muncul dari serangan tersebut.

Laporan The Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip Anadolu, Selasa (25/8/2026), mengungkap adanya perbedaan pandangan di lingkaran pemerintahan Trump menjelang serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Sejumlah pejabat disebut mengingatkan Trump bahwa operasi militer tersebut berpotensi berkembang menjadi konflik berkepanjangan, memicu krisis energi global, sekaligus membuka jalan bagi munculnya kepemimpinan Iran yang lebih keras.

Peringatan itu, menurut laporan tersebut, tidak membuat Trump mengurungkan keputusannya.

Salah satu kekhawatiran utama datang dari Direktur Intelijen Nasional AS saat itu, Tulsi Gabbard.

Baca Juga  Gunung Ibu Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan sebelum perang, Gabbard memperingatkan bahwa jika pemimpin tertinggi Iran ketika itu, Ayatollah Ali Khamenei, terbunuh, penggantinya belum tentu lebih moderat. Sebaliknya, Iran justru berpotensi dipimpin tokoh yang lebih garis keras.

No More Posts Available.

No more pages to load.