Porostimur.com, Reykjavik – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kemarahan pemerintah negara lain setelah mengunggah sebuah peta yang menggambarkan Islandia sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat.
Unggahan tersebut memantik reaksi keras dari pemerintah Islandia. Perdana Menteri Islandia Kristrun Frostadottir menilai penggambaran negaranya sebagai bagian dari wilayah AS bukan sesuatu yang pantas dianggap sebagai candaan, terlebih ketika isu kedaulatan negara menjadi perhatian serius dalam hubungan internasional.
Trump membagikan peta tersebut melalui platform Truth Social. Dalam gambar itu, Amerika Serikat, Kanada, Greenland, Islandia, Meksiko, Amerika Tengah hingga kawasan Karibia digambarkan berada di bawah bendera Amerika.
Peta tersebut dihiasi simbol bintang serta garis merah, putih dan biru yang menyerupai bendera Amerika Serikat.
Tidak ada penjelasan khusus yang disertakan Trump dalam unggahan tersebut. Namun, kemunculan peta itu kembali mengingatkan publik pada sejumlah pernyataan dan sikap Trump sebelumnya mengenai wilayah negara lain.
Trump sebelumnya pernah menyatakan keinginannya menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS. Ia juga berulang kali menyampaikan ketertarikan Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark.











