Tujuh Tahun Jokowi: New Kleptocracy

oleh -292 views

Oleh: Ubedilah Badrun, Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta

Tidak mudah menilai sebuah rezim pemerintahan, sebab menilai memerlukan data dan argumen teoritik agar tidak terjebak dalam ruang subyektif. Pergumulan dengan ilmu pengetahuan, kebenaran ilmiah, membuat akademisi seringkali sangat hati-hati dalam menilai, agar tidak terjebak dalam subyektifitas.

Artikel ini ditulis untuk menilai rezim pemerintahan Jokowi yang berkuasa sejak 20 Oktober 2014 dengan menggunakan perspektif ilmu politik dalam ranah kekuasaan dan demokrasi. Tentang bagaimana teori kekuasaan dan demokrasi membaca negeri ini saat ini?

Ada banyak ilmuwan sosial politik yang mencoba menilai Indonesia era pemerintahan Jokowi ini dengan basis indikator demokrasi melalui sejumlah riset. Hasilnya cukup membuat kita malu sebagai bagian dari negara yang memilih jalan republik, jalan dimana seharusnya rakyat berdaulat, dihargai kebebasannya dan dijunjung tinggi kemanusiaanya.

Diantara ilmuwan yang melakukan riset tentang Indonesia era Jokowi dalam perspektif kekuasaan dan demokrasi adalah Profesor Edward Aspinall dan Profesor Marcus Mietzner dari Australia National University (ANU). Kedua ilmuwan ini menyebut bahwa saat ini demokrasi Indonesia sedang berada di titik terendahnya. Kepemimpinan Presiden Jokowi disebut-sebut sebagai salah satu penyebab dari kemunduran terbesar demokrasi di Indonesia saat ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.