Tumbal Wadas

oleh -0 Dilihat

Pemilik dan pengelola kompleks apartemen tersebut menghilangkan fasilitas-fasilitas keamanan itu demi penghematan. Yang berarti keuntungan yang lebih besar.

Itu terjadi juga didalam masyarakat kita. Korban banjir di Sintang, misalnya, mengalami kebanjiran bukan karena tingginya curah hujan. Namun mereka kebanjiran selama berminggu-minggu karena rusaknya mekanisme tata kelola air secara alami. Ada orang yang untung dari situasi ini? Tentu saja. Mereka adalah para loggers yang menebang hutan dan para planters yang menanam sawit.

Dengan kata lain, orang-orang miskinlah yang harus menanggung beaya dari kemakmuran, yang kalau dilihat secara statistik dinikmati oleh segelintir elit kaya raya.

Orang-orang miskin tidak memiliki sarana untuk melindungi diri mereka sendiri. Jika ada air, mereka tidak bisa mengungsi ke hotel di tempat yang kering. Ketika kebakaran hutan, mereka tidak bisa naik ke pesawat udara dan pindah ke kota lain hingga asap hilang.

Merekalah sesungguhnya yang menjadi tumbal atas kemakmuran infrastruktur yang dinikmati kaum kaya dan kelas menengah kita.

Baca Juga  Tim Kesehatan Puskesmas Siwalima Periksa Kesehatan Siswa MTs Basuki Rahmat Dobo

Anda mungkin terpesona dengan jalan-jalan tol bebas hambatan yang dibangun ribuan kilometer akhir-akhir ini. Namun, pada kenyataannya, sopir-sopir truk pengangkut barang menghindari jalan-jalan itu karena tol yang mahal. Mereka memilih jalan-jalan tradisional tanpa tol supaya masih ada selisih sedikit untuk keluarga mereka. Tentu dengan perjalanan yang lebih lama.

No More Posts Available.

No more pages to load.