Porostimur.com, Langgur — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara berhasil menurunkan angka prevalensi stunting secara signifikan hingga mencapai 12,07 persen pada Mei 2026. Capaian tersebut melampaui target nasional penurunan stunting sebesar 14,2 persen.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor melalui berbagai intervensi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah.
Intervensi Dini Jadi Kunci
Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara Muhsin Rahayaan, mengatakan pihaknya fokus pada upaya pencegahan sejak dini guna menghindari terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak.
“Stunting tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada prosesnya, mulai dari berat badan tidak naik, gizi kurang hingga gizi buruk. Itu yang kami cegah,” ujarnya di Langgur, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal, distribusi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Pemkab juga menetapkan wilayah prioritas penanganan stunting di Kei Besar, yakni Ohoi Yam Timur, Banda Ely Rahan, dan Ohoi Mun.
Program MBG dan CKG Perkuat Upaya
Selain intervensi kesehatan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memperkuat peningkatan kualitas gizi masyarakat. Saat ini, empat dapur MBG telah beroperasi di wilayah Kei Kecil dan ditargetkan bertambah menjadi 39 dapur pada 2026 untuk menjangkau wilayah terpencil.









