Program tersebut tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Ini menjadi penguat upaya percepatan penurunan stunting di Maluku Tenggara,” kata Muhsin.
Di sisi lain, capaian positif juga terlihat dari Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga Mei 2026, lebih dari 29 ribu warga atau sekitar 32 persen populasi telah memanfaatkan layanan tersebut.
Capaian ini menempatkan Maluku Tenggara sebagai daerah dengan realisasi CKG tertinggi di Provinsi Maluku.
Tantangan Tenaga Medis dan Infrastruktur
Meski mencatat capaian positif, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan tenaga medis dan infrastruktur kesehatan.
Dari 21 puskesmas yang ada, tiga di antaranya belum memiliki dokter, sementara hanya dua puskesmas yang memiliki dokter gigi.
“Standar nasional mengharuskan 13 jenis tenaga kesehatan di setiap puskesmas, tetapi kita belum sepenuhnya memenuhi itu,” ungkap Muhsin.
Sebagai langkah penguatan layanan, Pemkab Maluku Tenggara telah mengangkat enam dokter melalui skema penugasan khusus daerah guna menutupi kekurangan tenaga kesehatan.
Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus menjaga keberlanjutan program penurunan stunting di wilayah tersebut.









