Ucapan Selamat Ramadan Menteri Dalam Negeri Prancis Picu Kritikan, kok Bisa?

oleh -102 views
Link Banner

Porostimur.com, Paris – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis Gerald Darmanin menyampaikan ucapan selamat Ramadan kepada umat Islam di negara tersebut pada Jumat lalu. Namun ucapannya di akun Twitter itu justru mengundang kritikan dari berbagai pihak. Apa sebabnya?

Kolom komentar di akun media sosial Darmanin dipenuhi komentar bernada rasisme serta pembelaan dari kalangan Muslim pada Sabtu kemarin.

“Saya mengucapkan selamat menyambut Ramadan kepada saudara-saudara kita yang beragama Islam. Sejak itu banyak komentar, sedikit rasis, karena saya tidak mengucapkan selamat kepada orang Kristen atau Yahudi. Ini jelas salah,” kata Darmanin, seraya menyertakan link posting-an sebelumnya berisi ucapan selamat Natal, Paskah, Hanukkah, dan Rosh Hashanah.

“Saya berharap mereka yang menyebarkan informasi hoaks dengan pemikiran ekstrem ini meminta maaf atas serangan yang tidak adil ini. Sementara itu, iya, selamat Ramadan,” tuturnya, dikutip dari Anadolu, Minggu (3/4/2022)

Ucapan Ramadan Darmanin mendapat setidaknya 125.000 tanda suka dan di-retweet lebih dari 3.500 kali hingga Sabtu malam. Sementara itu ada 3.100 komentar atas cuitan Darmanin termasuk menuduhnya munafik. Ada pula yang menganggapnya telah melanggar prinsip sekularisme dan berusaha merayu Muslim menjelang pemilihan presiden (pilpres) yang berlangsung pada 10 April.

Baca Juga  XL Axiata Ungkap Uji Coba Open RAN di Ambon

Di antara komentar itu ada yang mempertanyakan mengapa Darmanin tidak mengucapkan selamat Pra-Paskah kepada umat Katolik. Sementara netizen lain menganggap Darmanin pro-Muslim.

“Saya tidak tahu bahwa Prancis adalah negara Muslim. Itu baru, baru saja keluar,” kata seorang netizen.

Namun seorang jurnalis dan aktivis Sihame Assbague menuduh ada motif politis di balik ucapan Darmanin menjelang pilpres. Menurut Assbague, Darmanin merupakan salah satu pejabat Prancis yang mendorong penerapan UU diskriminasi terhadap Muslim di Prancis.

“Berasal dari seorang menteri yang dengan penuh semangat berpartisipasi dalam kriminalisasi, represi dan/atau pembubaran sejumlah tokoh dan organisasi Muslim,” ujarnya.

Sebagai Menteri Dalam Negeri di bawah pemerintahan Presiden Emmanuel Macron, Darmanin menerapkan kebijakan untuk memerangi oihak-pihak berideologi separatisme.

Baca Juga  Hati-Hati, Jin Juga Punya Syahwat dan Jatuh Cinta dengan Manusia

Dia mendorong UU kontroversial yang dijuluki anti-separatisme yang dikenal secara resmi sebagai UU memperkuat rasa hormat terhadap prinsip-prinsip Republik yang diadopsi pada Juli 2021. UU tersebut dikritik karena seperti ingin menyingkirkan Muslim dari Prancis. (red/inews)