Porostimur.com, Tobelo – Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan pengembangan kawasan rempah di daerah penghasil rempah yakni di Maluku Utara dengan mengedepankan konsep kosmopolis. Hal ini diawali dengan dilakukannya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.
Dari KKN kolaborasi ini akan ada pemetaan rempah, yang nantinya dijadikan sebagai bahan awal untuk penelitian. Dengan menerjunkan puluhan peneliti, diharapkan nantinya dapat membangkitkan kembali kejayaan rempah di daerah penghasil rempah tersebut.
“Kita rencananya ingin mengembangkan apa yang namanya kosmopolis Maluku Utara. Itu adalah sebuah diksi yang diusulkan dari UGM untuk complementary terhadap apa yang disebut jalur rempah,” kata Direktur Penelitian UGM, Mirwan Ushada di Kantor Bupati Halmahera Utara, Maluku Utara, Kamis (3/8/2023).
Mirwan menjelaskan, ada tiga pendekatan yang digunakan dalam pengembangan kawasan rempah di Maluku Utara. Mulai dari pendekatan rekonstruksi, pendekatan revitalisasi, dan pendekatan inovasi.
Pendekatan rekonstruksi digunakan dalam rangka menggali nilai lokal dan budaya yang ada di daerah tersebut. Sedangkan, pendekatan revitalisasi digunakan untuk membangkitkan kejayaan rempah, salah satunya dengan memanfaatkan unsur demografis.




