Porostimur.com, Ambon – 10 tahun menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Ambon dalam berbagai aspek, kali ini, Universitas Soegijapranata (UNIKA) Semarang menggandeng DiskominfoSandi mengembangkan aplikasi sistem peringatan dan tanggap dini konflik di Kota Ambon.
Sistem peringatan dan tanggap dini konflik di Kota Ambon, sedianya telah dibangun oleh Institut Tifa Damai Maluku. Namun sistem tersebut masih dalam bentuk manual.
“Seiring perkembangan kemajuan teknologi informasi, bersama tim peneliti dari UNIKA Semarang, kami melakukan kerjasama dalam mendigitalisasi sistem tersebut, sehingga akan lebih mudah dan efektif untuk digunakan bagi para pemangku kepentingan di Kota Ambon,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (DiskominfoSandi), Joy Adriaansz, saat membuka Forum Group Discussion (FGD) Revitalisasi Sistem Peringatan dan Tanggap Dini Konflik di Kota Ambon Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal di Ruang Rapat Vlisingen, Jumat (16/09/22).
Kadis mengaku, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi berkembangnya konflik adalah melalui media komunikasi dalam hal ini media sosial.
“Media sosial merupakan bukti dari kemajuan teknologi informasi yang saat ini menjadi rujukan utama bagi masyarakat dalam memperoleh maupun bertukar informasi. namun sayangnya, karena minimnya pemahaman dan kurangnya literasi digital seringkali fungsi share pada platform media sosial disalahgunakan untuk penyebaran berita-berita atau informasi-informasi yang belum tentu dapat diyakini kebenarannya atau berita bohong (HOAX) yang biasanya memicu terjadinya dan berkembangnya konflik. karena itu, dibutuhkan juga suatu sistem aplikasi yang sekiranya lebih efektif dalam merendam dan mencegah timbulnya konflik,” terang Adriaansz.









