Usai Lecehkan Anak di Bawah Umur di Sayoang, Pelaku Diduga Kabur ke Manado

oleh -607 views
Link Banner

Porostimur.com – Labuha: Seorang anak usia 10 Tahun, di Desa Sayoang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, diduga menjadi korban pelecehan seksual, yang dilakukan oleh pelaku bernama Abdul Asis Solong (50) tahun.

Pelaku yang berprofesi sebagai sopir mobil truk di Pelabuhan Babang itu, diketahui berasal dari Manado, Sulawesi Utara, dan baru beberapa bulan menempati kamar kost di desa Sayoang.

Dugaan pelecehan terhadap anak di bawah umur ini, diketahui berdasarkan keterangan salah satu kerabat korban bernama Ongen Rommer, yang merupakan orang tua angkat korban kepada wartawan di Ambon, Kamis (16/9/2021).

Diketahui, korban adalah anak dari adik perempuan kandung Ongen Rommer. Korban6 diangkat sebagai anak oleh adik kandung Ongen dan menetap bersama keluarga angkatnya di Sayaong.

Ongen yang saat ini berada di Ambon, menuturkan, bahwa peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin (13/9/2021) sore, di kostan yang ditempati pelaku.

Korban yang sehari-hari berjualan kue milik ibu angkatnya dengan berjalan berkeliling kampung itu, Senin sore melewati depan kost pelaku.

Baca Juga  Heboh RI Diserang Gelombang Panas, Begini Faktanya

Pelaku kemudian memanggil korban dengan niat membeli kue. Ternyata itu hanya akal-akalan pelaku saja.

“Setelah panggil korban, dia (pelaku) minta korban masuk ke dalam kostan dan menyuruh korban duduk. Lalu disitu pelaku mulai beraksi. Pelaku dekati korban dan meraba tubuh korban, kemudian dengan paksa mencium bibir Korban,” tutur Ongen.

Beruntung, korban yang meronta berhasil melarikan diri dari dekapan pelaku.

Ongen menceritakan, sesampainya di rumah, korban tidak langsung menceritakan peristiwa itu ke ibu dan neneknya yang saat itu berada di rumah. Namun menurut kerabat, korban bertingkah aneh sejak sore itu hingga malam hari.

“Malam itu, dia (korban) tiba-tiba minta Mama dan Omanya dukung/gendong dia. Agak sedikit murung, tapi Mama dan Omanya seng curiga. Besoknya, Selasa (14/9/2021), Mamanya suruh jualan lagi, karena memang dia (Korban), setiap hari itu jualan kue. Tapi tiba-tiba dia seng mau, dia lalu menangis,” tutur Ongen.

“Dari situ, Mama dan Omanya menanyakan apa yang terjadi, kemudian korban menceritakan sambil menangis, terkait peristiwa yang dialaminya. Mendengar hal itu, dua paman korban, Yohanis dan James Rommer serta beberapa kerabat korban, langsung mencari pelaku di kostnya, namun tidak ditemukan,” imbuhnya.

Baca Juga  DPRD Maluku Putuskan Perpanjang SK 1004 Guru Kontrak

“Sementara Mama dan Oma Korban, menuju Polsek Bacan Timur untuk melaporkan peristiwa tersebut. Oleh Polsek kemudian dilimpahkan ke Polres Halmahera Selatan,” sambung Ongen.

Ongen menyayangkan sikap pihak Polres tidak langsung menindaklanjuti itu. Bahkan tidak melakukan visum terhadap korban. Sampai pada Rabu (15/9/2021), Polres juga belum menindak lanjuti peristiwa itu.

Di sisi lain menurutnya, keluarga korban terus mencari pelaku dengan berjaga-jaga di Pelabuhan Babang dan Kupal, karena keluarga mendapat informasi, bahwa pelaku menaiki Kapal Fery menuju Desa Saketa.

“Keluarga korban pun menaiki kapal Ferry yang sama untuk mencari pelaku di dalam kapal tersebut hingga ke Desa Saketa. Namun tidak menemukan keberadaan pelaku. Keluarga akhirnya kembali ke Babang, dan terus berjaga-jaga di dua pelabuhan tersebut, bahkan hingga saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Ambon hari ini, Kamis 27 Agustus 2020

Ongen menambahkan, atas kejadian tersebut, Kamis (16/9/2021) pagi, korban bersama keluarganya dengan didampingi Kuasa Hukum, Yusman Arifin, secara resmi melapor ke SPKT Polres Halsel, dan ditinda klanjuti hingga Pemeriksaan Korban dan Saksi (mama korban), oleh Unit PPA Polres Halsel.

“Dan Jumat (17/9/2021) besok, dari PPA minta keluarga datang bawah pakaian yang dikenakan Korban saat peristiwa terjadi,” katanya.

Terkait peristiwa itu, kerabat korban meminta pihak Polres Halsel agar serius mencari keberadaan pelaku dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku. Karena ditakutkan, pelaku yang bukan asli warga setempat, justru melarikan diri, dan berhasil kabur hingga ke kampung halamannya di Manado.

“Saya berharap pihak polisi serius dan transparan dalam penanganan kasus ini. Keluarga juga terus bergerak, ditakutkan, jika Polisi tidak serius dan keluarga yang justru mengetahui keberadaan pelaku, maka akan terjadi hal-hal lain yang tidak diinginkan,” cetusnya. (keket)

No More Posts Available.

No more pages to load.