Meski mengaku terkejut, Doli menegaskan bahwa setiap putusan pengadilan harus dihormati sebagai bagian dari prinsip negara hukum. Menurutnya, tidak boleh ada pihak yang mengabaikan keputusan lembaga peradilan hanya karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan.
Namun, ia mengingatkan bahwa persoalan ini memiliki dimensi lebih luas karena dua putusan dari lembaga peradilan tertinggi tersebut berpotensi membawa konsekuensi terhadap keputusan politik dan kehidupan ketatanegaraan.
“Ini bukan urusan politik biasa, bukan juga urusan politik harian, tapi ini politik negara,” tegasnya.
Golkar Tunggu Salinan Lengkap Putusan MA, Doli Ingatkan Konsekuensi Politik
Doli berpandangan, polemik Gibran saat ini telah memasuki fase yang membutuhkan kehati-hatian dari seluruh pihak, terutama partai politik dan lembaga negara.
Menurutnya, persoalan hukum yang muncul dari putusan MK dan MA sudah mendekati tahap akhir. Akan tetapi, implikasi politik yang mungkin timbul masih harus dicermati secara menyeluruh.
“Persoalannya kemudian adalah, dua putusan dari dua Mahkamah, institusi tertinggi hukum kita ini, bukan saja berkonsekuensi pada tindak lanjut atau langkah hukum berikutnya, namun dapat berimplikasi pada keputusan politik yang akan diambil,” jelasnya.
Meski demikian, Golkar belum ingin terburu-buru mengambil sikap sebelum mempelajari salinan lengkap putusan MA.











